Enam Kriteria Kepemimpinan Menurut Agama Hindu dalam Pustaka Niti Sastra

Enam Kriteria Kepemimpinan Menurut Agama Hindu dalam Pustaka Niti Sastra

Sanatana Info - Secara sederhana, Niti Sastra adalah ilmu pengetahuan yang mengajarkan tentang moralitas, dimana ajaran-ajarannya mengenai bagaimana memimpin, mendidik, membimbing, bertingkah laku, serta menjalankan kehidupan berdasarkan dharma (kebenaran). 

Ada enam kriteria yang dijelaskan dalam pustaka Niti Sastra tentang kepemimpinan dalam Agama Hindu, apa saja ? Yuk baca. 
 

Kepemimpinan Seseorang Mempunyai Kharismatik

 
Pemimpin adalah ketokohan seseorang yang mampu memberikan kharisma, sehingga dapat memberikan motivasi, semangat, kepada anggota-anggota perkumpulannya, maupun organisasi yang dipimpinnya.

Pemimpin juga harus mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk dapat memimpin (punya kababilitas) serta dapat diterima oleh yang dipimpin (para anggotanya), maupun atasannya lagi (akseptabel). 

Kepemimpinan seseorang dapat kita lihat bagaimana ia memberikan teladan, contoh, serta mampu mengorbankan dirinya demi tujuan-tujuan yang ingin dicapai.

Pengorbanan seorang pemimpin misalnya berkorban waktu, tenaga, materi, dan pengorbanan lainnya, serta ia dapat diterima dalam artian dipercaya oleh anggotanya dan penjabat yang lebih di atasnya.

Ajaran Kepemimpinan dalam Kitab Niti Sastra

 
Pada masyarakat Hindu (Bali) lebih mengenal Niti Sastra dengan istilah Kekawin Niti Sastra. Dalam Kekawin Niti Sastra berisi ajaran tentang ilmu kepemimpinan yang mana bisa dipakai dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, dan pendidikan.

Beberapa tokoh menyebutkan bahwa dalam ajaran Niti Sastra terdapat ajaran tentang ilmu politik, maupun ajaran tentang ilmu kepemimpinan.

Secara sederhana, Niti Sastra adalah ilmu pengetahuan yang mengajarkan tentang moralitas, dimana ajaran-ajarannya mengenai bagaimana memimpin, mendidik, membimbing, bertingkah laku, serta menjalankan kehidupan berdasarkan dharma (kebenaran). 

Memang hubungan yang penting dalam sebuah organisasi maupun perkumpulan sosial masyarakat yaitu adanya pemimpin dan anggota yang saling mengerti porsi masing-masing. 

Dengan cara inilah tujuan-tujuan bersama dalam organisasi dapat tercapai dengan baik serta sesuai visi dan misi bersama. 

Dalam Kitab Niti Sastra Bab I Uloka 10, kondisi ini seperti di ibaratkan hubungan Singa dengan hutan, sebagai berikut :

"Singa adalah penjaga hutan. Hutan pun selalu melindungi Singa. Singa dan Hutan harus saling melindungi dan bekerja sama. Bila tidak atau berselisih, maka hutan akan handur dirusak manusia. Pohon-pohonnya akan habis dan gundul di tebang. Hal ini membuat Singa kehilangan tempat bersembunyi, sehingga Singa bermukim dijurang atau dilapangan yang akhirnya musnah diburu dan diserang manusia."

Hubungan kerjasama yang saling membutuhkan ibaratnya Singa dengan Hutan perlu diterapkan oleh pemimpin dan masyarakatnya sehingga dapat sukses dalam mencapai tujuan yang diinginkan bersama. 

Tidak ada kepemimpinan yang sukses tanpa adanya dukungan dari masyarakatnya, begitu juga sebaliknya, masyarakat membutuhkan kepemimpinan yang dapat memberikan semangat, motivasi, serta perlindungan kepada rakyatnya.
 

Kriteria Kepemimpinan Menurut Agama Hindu dalam Pustaka Niti Sastra

 
Lalu, bagaimana Niti Sastra memberikan kriteria dalam kepemimpinan seseorang kepada masyarakatnya. Berikut penjelasannya.

Kriteria kepemimpinan menurut pustaka Niti Sastra, yaitu :

1. Abhikamika, artinya pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi ke bawah dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak dari pada kepentingan pribadi atau golongannya.

2. Prajna, artinya harus bersikap arif dan bijaksana serta menguasai ajaran agama, ilmu pengetahuan, teknologi, serta dapat dijadikan panutan bagi rakyatnya.

3. Utsaha, artinya pemimpin harus proaktif, berinisiatif, kreatif dan inovatif (sebagai pelopor pembaharuan), serta rela mengabdi tanpa pamrih untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakatnya. 

4. Atma Sampad, artinya pemimpin mempunyai kepribadian, berintegritas tinggi, moral yang luhur serta objektif, serta mempunyai wawasan yang untuk masa depan, demi kemajuan bangsanya.

5. Sakya Samanta, artinya pemimpin sebagai fungsi kontrol mampu mengawasi bawahannya (secara efektif, efisien, dan ekonomis), serta berani menindak secara adil bagi yang bersalah tanpa pilih kasih/tegas.

6. Aksudra Pari Sakta, artinya pemimpin harus akomodatif, mampu memadukan perbedaan dengan permusyawarahan dan pandai berdiplomasi, mampu menyerap aspirasi bawahan dan rakyatnya. 

Nah, itulah sekilas kriteria atau pun bagaimana seorang pemimpin harus dapat bersikap, bertindak, serta dapat memberikan contoh kepada masyarakatnya.

Sumber Referensi :
Buku Kepemimpinan Hindu Tahun 2004 oleh Drs Ketut Gede Ariasna, MBA
Sumber Foto : Dok Sanatana Info

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama