Larangan Masuk ke Tempat Suci Pura, Cuntaka (Sebel) ? Perhatikan 5 Hal Penting Ini

Larangan Masuk ke Tempat Suci Pura, Cuntaka (Sebel) ? Perhatikan 5 Hal Penting Ini



Sanatana Info - Apa sih yang membuat kita dilarang untuk memasuki tempat suci pura Agama Hindu. Larangan itu disebut dengan istilah cuntaka atau sebel. 


Tidak hanya itu, ada beberapa hal penting yang mesti kita perhatikan saat sedang berada di area pura atau tempat suci. Berikut penjelasannya.


Pertanyaan yang Sering Ditanya oleh Banyak Orang


Cerita ini yang sering ditanya kepada saya, tentang bagaimana proses masuk lokasi pura tempat sembahyang umat Hindu yang ada di Kota Pekanbaru.


Kawan      : Yan, kalau mau ke Pura boleh kan ?

Saya        : Boleh aja kok, datang aja. Tapi ada syaratnya, kalau mau datang jangan pas lagi halangan (bagi cewek) atau ada halangan (keluarga yang ada meninggal, atau halangan lainnya). Itu untuk menjaga kondisi pura agar tetap suci.

Kawan       : Oh gitu juga ya.

Saya           : Iya dong, itu namanya cuntaka (tidak bersih/tidak suci).


Sering saya mendapat pertanyaan seperti diatas. Mungkin ada baiknya saya tulis diblog, apa itu Cuntaka atau disebut Sebel ?


Kebersihan adalah bagian dari iman. Jika iman kita bersih sudah pasti jiwa dan raga kita bersih pula. Dengan pikiran yang bersih maka kita akan enak dalam kegiatan sehari-harinya. 


Tidak terkecuali, dalam persembahyangan dan area tempat persembahyangan juga mesti dijaga kebersihannya. Apa itu Cuntaka atau Sebel, artinya suatu keadaan yang tidak bersih atau secara fisik itu terlihat. 


Misalnya, ada keluarga yang meninggal, ada kelahiran bayi (diri pribadi dan suami serta pekarangan rumah selama 42 hari), haid (pribadi) ketika masih ada darah, keguguran (pribadi), dan sebel yang lainnya.


Kebersihan dan kesucian pura memang sudah sewajarnya dipatuhi bagi siapapun yang berkunjung ke pura dan tempat-tempat suci lainnya.


Manusia, tidak sepenuhnya bersih dan suci, oleh karena itu, kebersihan dan kesehatan batin dapat diusakan dengan menjalankan pranayama persembahyangan dan membaca serta mepelajari ajaran agama secara teratur. Seperti yang saya kutip dibawah ini :


Adbhirgatrani suddhyanti

Manah satyena suddhyati

Vidyatapobhyam bhutatma

Buddhir jnanena suddhyati

(Kitab Dharma Sastra V. 109)

Artinya :

Tubuh dibersihkan dengan air

Pikiran disucikan dengan kebenaran

Jiwa manusia dengan pelajaran suci dan tapa brata

Kecerdasan dengan pengetahuan yang benar


Lalu apa saja yang harus diperhatikan ketika kita hendak memasuki pura, berikut perhatikan hal ini :

1.      Anda tidak sedang cuntaka/sebel baik secara pribadi atau keluarga

2.      Usahakan berpakaian rapi dan sopan

3.      Jaga komunikasi ketika berada di lokasi pura, jangan asal bicara

4.      Hormati seluruh benda dan prasasti yang ada di pura jangan menghina atau merusak

5.      Usahakan memakai kamben atau sarung atau senteng untuk sebelum masuk ke pura (baca Makna Senteng) atau biasanya di pura sudah ada kok senteng.


Atah Sudhim Pravaksyami Janane Marane Tatha

Dine Trayena Suyanti Brahmanah Preta Sutake

Ksatryo Dvadasa Hena Vaisyah Pancadasa Hakah

Sudrah Sudeyati Masena Parasara Vaco Yataha

Atah Sudhim Pravaksyami Janane Marane Tatha

Dine Trayena Suyanti Brahmanah Preta Sutake

Ksatryo Dvadasa Hena Vaisyah Pancadasa Hakah

Sudrah Sudeyati Masena Parasara Vaco Yataha

(Parasara Dharmasastra III.1-2)


Artinya :

Sekarang Aku akan menjelaskan tentang periode atau masa ketidaksucian seseorang yang Berhubungan dengan kelahiran dan kematian (dari anggota keluarganya).


Masa kotor yang disebabkan oleh kelahiran atau kematian dalam keluarga, bagi kaum Brahmana selama 3 hari, bagi Ksatrya 12 hari, bagi Vaisya 15 hari dan bagi Sudra 30 hari, Seperti yang ditetapkan oleh yang suci Parasara.


Nah itulah sekilas larangan yang membuat kita tidak bisa memasuki area tempat suci atau pura. Beserta beberapa hal penting yang mesti diperhatikan ketika berada di tempat suci. 


Keterangan Foto : Pura Pitamaha Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (Santana Info/2018)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama